Langkah memperbaiki Jati Diri
Keliru amat sih,
tidak. Pada tempatnya, memang saat kita hendak melaksanakan tugas.
Jangan sampai, kita hadir di hadapan publik, yang memang, dipersiapkan
untuk maksud tersebut, ternyata, di rambut kita terdapat benda ringan
yang terlihat aneh. Beruntungnya, teman akrab kita segera mengingatkan.
Ini adalah salah satu contoh.
Sudah saatnya,
aktivitas bercermin kita, tidak hanya pada hal-hal yang fisik material
tersebut. Namun lebih mendalam yakni pada jatidiri kita yang
terekspresikan dalam perilaku keseharian. Semakin matang dan arifkah
kita, melalui keseharian hidup kita dalam bermasyarakat? Untuk maksud
tersebut, maka berkaca diri–intruspeksi secara periodik merupakan
kebutuhan yang tidak dapat ditunda.
Bahwa dunia ini jangan Lha sampai tergiur dengan adanya kekayaan dan jabatan atau
kekuasaan yang tinggi tidak selamanya kita bisa hidup di dunia ini.
sebaliknya kita harus intropeksi diri terhadap kewajiban kita di dunia
harus belajar dari kesalhan yang pernah kita lakukan.bahwa kita tidak
selamanya di dunia ini pasti kita akan diambil allah S.W.T. Entah kpan
nyawa kita diambil hanya allah yang maha tahu.kita di dunia ini hanya
menjalankan perintah allah dan menjauhi semua larangan-larangan yang
berbuat kejelekan ataupun berbuah kejahatan.
Seseorang bisa menjadi
besar karena proses. Tak harus menunggu sempurna untuk berbuat sesuatu.
Berbesar hati berintrospeksi juga butuh proses. “Itu ditentukan motivasi
internal masing-masing pribadi,” Sikap persaingan yang
tidak sehat dengan saling menjatuhkan tersebut tak akan terjadi bila
sikap introspeksi kuat tertanam. “Dengan bertambahnya pengalaman hidup,
kian banyak seseorang belajar untuk introspeksi diri walaupun usia tidak
menjadi ukuran pendewasaan seseorang.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar