Powered By Blogger

Rabu, 11 Januari 2012

Langkah memperbaiki Jati Diri 


    Pada zaman sekarang setiap saat orang berpandang ria di depan cermin. Di rumah dan perkantoran dapat dikatakan disediakan cermin, pada hampir tiap sudutnya. Dengan maksud untuk mempermudah untuk bercermin. Namun, bercermin diri itu hanyalah dilakukan adalah melihat badan-tubuh, pakaian, dan asesoris yang lain.
Keliru amat sih, tidak. Pada tempatnya, memang saat kita hendak melaksanakan tugas. Jangan sampai, kita hadir di hadapan publik, yang memang, dipersiapkan untuk maksud tersebut, ternyata, di rambut kita terdapat benda ringan yang terlihat aneh. Beruntungnya, teman  akrab kita segera mengingatkan. Ini adalah salah satu contoh.
Sudah saatnya, aktivitas bercermin kita, tidak hanya pada hal-hal yang fisik material tersebut. Namun lebih mendalam yakni pada jatidiri kita yang terekspresikan dalam perilaku keseharian. Semakin matang dan arifkah kita, melalui keseharian hidup kita dalam bermasyarakat? Untuk maksud tersebut, maka berkaca diri–intruspeksi secara periodik merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.


 Bahwa dunia ini jangan Lha sampai tergiur dengan adanya kekayaan dan jabatan atau kekuasaan yang tinggi tidak selamanya kita bisa hidup di dunia ini. sebaliknya kita harus intropeksi diri terhadap kewajiban kita di dunia harus belajar dari kesalhan yang pernah kita lakukan.bahwa kita tidak selamanya di dunia ini pasti kita akan diambil allah S.W.T. Entah kpan nyawa kita diambil hanya allah yang maha tahu.kita di dunia ini hanya menjalankan perintah allah dan menjauhi semua larangan-larangan yang berbuat kejelekan ataupun berbuah kejahatan.

 Seseorang bisa menjadi besar karena proses. Tak harus menunggu sempurna untuk berbuat sesuatu. Berbesar hati berintrospeksi juga butuh proses. “Itu ditentukan motivasi internal masing-masing pribadi,” Sikap persaingan yang tidak sehat dengan saling menjatuhkan tersebut tak akan terjadi bila sikap introspeksi kuat tertanam. “Dengan bertambahnya pengalaman hidup, kian banyak seseorang belajar untuk introspeksi diri walaupun usia tidak menjadi ukuran pendewasaan seseorang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar