Peran Mahasiswa dalam Era Zaman Sekarang
Masa depan kebangsaan Indonesia sangatlah ditentukan oleh generasi muda
terdidik ini, apalagi mereka adalah generasi yang banyak mendapatkan
berbagai pengetahuan teoritik maupun praktis di Perguruan Tinggi tentang
tema-tema pembangunan bangsa sesuai pada kompetensinya masing-masing.
Sebagai generasi masa depan, kiranya penting pula mempersiapkan mereka
dengan berbagai pola pendidikan yang mampu membangun karakter bangsa
positif di kalangan mahasiswa, apalagi di era globalisasi ini. Di tengah
percaturan global, maka fungsi karakter menjadi ‘elan vital’ (daya
hidup) bagi kemampuan kita berkompetesi dengan negara lain. Tanpa
karakter, niscaya generasi masa depan bangsa ini tidak hanya akan
terpuruk dalam persaingan global, melainkan akan kian melemahkan masa
depan kebangsaan Indonesia
Menuru pendapat saya :
Menuru pendapat saya :
1.Bahwa sebagai seorang mahasiswa adalah dengan memperteguh
penanaman nilai-nilai pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa
demikian? Karena saat ini saya merasakan bahwa masyarakat Indonesia
dewasa ini sudah mulai meninggalkan dan bahkan melupakan nilai-nilai
pancasila, yang notabene menjadi ideologi dan jati diri bangsa
Indonesia. Maka dari itu, rasa cinta tanah air dan rasa nasionalisme
perlu ditingkatkan guna menanamkan rasa simpati dan empati terhadap
masalah yang dialami oleh bangsa kita. Agar bangsa kita ini bisa tetap
bersatu dan kuat supaya tidak terpecah belah.
2. Apabila saya menjadi seorang pemimpin negara ini
(eksekutif, legislatif dan yudikatif) adalah saya akan mengutamakan
kepentingan rakyat agar mereka merasa puas atas kinerja saya sebagai
seorang pemimpin yang baik. Karena kalau kita lihat sekarang ini masih
banyak para pemimpin yang mementingkan kepentingan pribadinya. Contohnya
saja para anggota DPR yang memilih untuk melakukan kunjungan ke luar
negeri daripada memikirkan para rakyat yang masih serba kekurangan.
Saya heran apa mereka itu tidak tersentuh hati nuraninya melihat
rakyatnya yang serba kekurangan dan melakukan berbagai cara agar tetap
bisa bertahan hidup. Pernah waktu itu sepulang saya menjemput ibu saya
dari kantornya, ada seorang anak pemulung yang mencari sampah. Lalu saya
dan ibu saya memberikan selembar uang dua ribu rupiah kepadanya. Dia
terlihat sangat senang sekali dengan pemberian kami. Masih banyak anak
yang kurang beruntung selain anak tersebut di negara ini. Tapi para
pemimpin negara ini sepertinya sudah menutup mata dan telinga akan
kenyataan ini.
Semoga saja nantinya akan ada pemimpin negara ini yang mementingkan
kepentingan rakyatnya agar bangsa ini bisa menjadi lebih maju dari yang
sebelumnya.
Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan.
Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat
sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti
teknologi, misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal,
mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis, internet akan
menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif, dan lain sebagainya.
Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai
faktor yang mempengaruhi perubahan.
Sebagai mahasiswa nampaknya kita harus bisa mengakomodasi kedua
pandangan tersebut demi terjadinya perubahan yang diharapkan. Itu semua
karena kita berpotensi lebih untuk mewujudkan hal-hal tersebut.
Saat ini, bangsa kita sedang terpuruk wahai para generasi yang mulia.
Maka ditangan kitalah bagaimana masa depan Indonesia kedepan. Sudah
saatnya kita bangun, bangkit, dan memahami sungguh sungguh apa yang
sedang terjadi pada Indonesia saat ini.
Mari kita belajar dari masa lalu wahai pemuda serta yakin terhadap
perkataan Tuhan, niscaya kelak bangsa ini akan menjadi bangsa yang
disegani di dunia.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar