Powered By Blogger

Rabu, 11 Januari 2012


Peran Mahasiswa dalam Era Zaman Sekarang 
 Masa depan kebangsaan Indonesia sangatlah ditentukan oleh generasi muda terdidik ini, apalagi mereka adalah generasi yang banyak mendapatkan berbagai pengetahuan teoritik maupun praktis di Perguruan Tinggi tentang tema-tema pembangunan bangsa sesuai pada kompetensinya masing-masing. Sebagai generasi masa depan, kiranya penting pula mempersiapkan mereka dengan berbagai pola pendidikan yang mampu membangun karakter bangsa positif di kalangan mahasiswa, apalagi di era globalisasi ini. Di tengah percaturan global, maka fungsi karakter menjadi ‘elan vital’ (daya hidup) bagi kemampuan kita berkompetesi dengan negara lain. Tanpa karakter, niscaya generasi masa depan bangsa ini tidak hanya akan terpuruk dalam persaingan global, melainkan akan kian melemahkan masa depan kebangsaan Indonesia

 Menuru pendapat saya :
1.Bahwa sebagai seorang mahasiswa adalah dengan memperteguh penanaman nilai-nilai pancasila di dalam kehidupan sehari-hari. Mengapa demikian? Karena saat ini saya merasakan bahwa masyarakat Indonesia dewasa ini sudah mulai meninggalkan dan bahkan melupakan nilai-nilai pancasila, yang notabene menjadi ideologi dan jati diri bangsa Indonesia. Maka dari itu, rasa cinta tanah air dan rasa nasionalisme perlu ditingkatkan guna menanamkan rasa simpati dan empati terhadap masalah yang dialami oleh bangsa kita. Agar bangsa kita ini bisa tetap bersatu dan kuat supaya tidak terpecah belah.
2. Apabila saya menjadi seorang pemimpin negara ini (eksekutif, legislatif dan yudikatif) adalah saya akan mengutamakan kepentingan rakyat agar mereka merasa puas atas kinerja saya sebagai seorang pemimpin yang baik. Karena kalau kita lihat sekarang ini masih banyak para pemimpin yang mementingkan kepentingan pribadinya. Contohnya saja para anggota DPR yang memilih untuk melakukan kunjungan ke luar negeri daripada memikirkan para rakyat yang masih serba kekurangan.
Saya heran apa mereka itu tidak tersentuh hati nuraninya melihat rakyatnya yang serba kekurangan dan melakukan berbagai cara agar tetap bisa bertahan hidup. Pernah waktu itu sepulang saya menjemput ibu saya dari kantornya, ada seorang anak pemulung yang mencari sampah. Lalu saya dan ibu saya memberikan selembar uang dua ribu rupiah kepadanya. Dia terlihat sangat senang sekali dengan pemberian kami. Masih banyak anak yang kurang beruntung selain anak tersebut di negara ini. Tapi para pemimpin negara ini sepertinya sudah menutup mata dan telinga akan kenyataan ini.
Semoga saja nantinya akan ada pemimpin negara ini yang mementingkan kepentingan rakyatnya agar bangsa ini bisa menjadi lebih maju dari yang sebelumnya.


Perubahan itu sendiri sebenarnya dapat dilihat dari dua pandangan. Pandangan pertama menyatakan bahwa tatanan kehidupan bermasyarakat sangat dipengaruhi oleh hal-hal bersifat materialistik seperti teknologi, misalnya kincir angin akan menciptakan masyarakat feodal, mesin industri akan menciptakan mayarakat kapitalis, internet akan menciptakan menciptakan masyarakat yang informatif, dan lain sebagainya. Pandangan selanjutnya menyatakan bahwa ideologi atau nilai sebagai faktor yang mempengaruhi perubahan.
Sebagai mahasiswa nampaknya kita harus bisa mengakomodasi kedua pandangan tersebut demi terjadinya perubahan yang diharapkan. Itu semua karena kita berpotensi lebih untuk mewujudkan hal-hal tersebut.
Saat ini, bangsa kita sedang terpuruk wahai para generasi yang mulia. Maka ditangan kitalah bagaimana masa depan Indonesia kedepan. Sudah saatnya kita bangun, bangkit, dan memahami sungguh sungguh apa yang sedang terjadi pada Indonesia saat ini.
Mari kita belajar dari masa lalu wahai pemuda serta yakin terhadap perkataan Tuhan, niscaya kelak bangsa ini akan menjadi bangsa yang disegani di dunia.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar